Games

Home » » AMITHABHA BUDDHA (O MI TUO FO)

AMITHABHA BUDDHA (O MI TUO FO)

Written By Unknown on Minggu, 11 Januari 2015 | 05.47



AMITHABHA BUDDHA (O MI TUO FO)

OMi Duo Fo adalah Amitabha Buddha disebut juga "WU LIANG SHOU FO
Menurut Buddhis Mahayana, asal mula Amitabha adalah seorang Raja Karena suatu hari ia meninggalkan tahta kerajaan dan rela menjadi bhiksu  dengan nama "Dharmakarsa", yang berarti "Putra Dharma". Di-ilhami kotbah sang Buddha pada masa itu, Lokesvaraja Buddha, yang mengajarkan kepadanya jalan penerangan yang sempurna sejak berabad-abad lampau.
Dharma karsa lalu mengucap 48 janji untuk menyelamatkan mahluk - mahluk yang sengsara. Sejak jaman itulah ia disebut Bodhisatva Dharmakarsa.
Setelah melewati 5 masa penempaan diri, ia memperoleh penerangan sempurnan dan menjadi Buddha Amitabha. Ini berarti bahwa janji yang penuh balas kasih dan keagungan itu menjadi kenyataan. Firdaus yang dikenal dengan nama Tanah Suci atau Sukhavati dibangunnya, mahluk - mahluk yang menderita  pasti dan akan diantar ke sana apabila mereka dengan segenap ketulusan hati menyebut namanya.
Do'a sederhana yang perlu diucapkan berulangkali adalah "Namo O Mi Duo Fo" atau dalam bahasa Sanskrit "Namo Amitabha Buddha" yang berarti dengan segala hormat kepada Amitabha Buddha atau "saya berlindung pada Amitabha Buddha". Hari lahimya diperingati pada tanggal 17 bulan 11 Imlek




Amitābha (bahasa Sanskerta: अमिताभ, Amitābha, pengucapan bahasa Hindi: [əmɪtaːbʱə]; Amitābho; bahasa Mandarin: 阿彌陀佛, Ēmítuó Fó; bahasa Jepang: 阿弥陀如来, Amida Nyorai; bahasa Tibet: འོད་དཔག་མེད།, Ö-pa-me; bahasa Mongol: Одбагмэд Odbagmed, Аминдаваа Amindavaa, Аюуш Ayush) adalah seorang Buddha surgawi yang dijelaskan dalam kitab suci Tipiṭaka aliran Buddha Mahāyāna. Amitābha adalah buddha utama di sekte Tanah Murni yang berkembang terutama di Asia Timur. Menurut kitab ini, Amitābha menjadi Buddha dikarenakan dari perbuatan baik atas kehidupan masa lalu yang tak terhitung jumlahnya sebagai Bodhisattva bernama Dharmakāra. "Amitābha" dapat diterjemahkan sebagai "Cahaya tidak terbatas", karena itu Amitabha sering disebut sebagai "Buddha dengan Cahaya tidak terbatas".






Pada versi sūtra yang dikenal luas di China, Vietnam, Korea, dan Jepang, Sumpah ke-18 Dharmakāra adalah bahwa setiap makhluk di alam semsta manapun yang ingin terlahir di Tanah Suci Amitābha dan menyebut namanya bahkan hanya sebanyak 10 kali akan dipastikan untuk terlahir kembali di sana. Sumpah ke-19 menjanjikan bahwa, bersama dengan para Bodhisatwa dan makhluk suci lainnya, akan muncul di hadapan mereka yang menyebut namanya pada saat menjelang kematian. Keterbukaan dan penerimaan terhadap semua manusia tanpa terkecuali membuat Aliran Tanah Suci memiliki pengaruh besar terhadap Mahāyāna Buddhisme. Aliran Tanah Suci awalnya menjadi populer di barat laut India/Pakistan dan Afganistan, selanjutnya menyebar sampai ke Asia Tengah and China.






Doktrin dasar mengenai Amitābha dan sumpah-sumpahnya ditemukan pada tiga kanonikal teks Mahāyāna:



    Sutra Kehidupan Tanpa Batas/Sutra Panjang Sukhāvatīvyūha

    Sutra Amitabha/Sutra Pendek Sukhāvatīvyūha

    Sutra Perenungan/Sutra Amitāyurdhyāna



Melalui usahanya, Amitābha menciptakan "Tanah Suci" (净土, pinyin: jìngtŭ; Jepang: jōdo; Vietnam: tịnh độ) yang disebut Sukhāvatī (Sanskerta|Sanskrit) atau "Tanah Kebahagiaan"). Sukhāvatī berlokasi jauh di barat di luar tata surya kita. Dengan kekuatan sumpahnya, Amitābha membuatnya memungkinkan bagi siapapun yang menyebut namanya untuk terlahir kembali pada alamnya, memperoleh bimbingan dharma dari dirinya demi mencapai ke bodhisattvaan dan pada akhirnya kebuddhaan . Dari sana, para Bodhisatwa dan Buddha tersebut akan kembali ke bumi untuk menolong lebih banyak makhluk.



Amitābha adalah Buddha cinta kasih tanpa batas. Beliau tinggal di barat (digambarkan dalam posisi meditasi) dan berupaya untuk mencerahkan setiap makhluk (digambarkan dalam posisi memberi berkah). Teknik paling penting yang beliau ajarkan adalah memvisualisasikan seluruh alam di sekitar sebagai tanah suci. Siapapun yang melihat dunianya sebagai tanah suci akan membangkitkan energi pencerahannya. Dunia dapat terlihat sebagai tanah suci dengan jalan menyatukan pikiran-pikiran positif (pikiran pencerahan) atau dengan mengirimkan cinta kasih kepada semua makhluk (berharap semua makhluk berbahagia). Menurut doktrin Amitabha, seseorang dapat datang ke tanah suci Amitābha jika pada saat menjelang kematiannya, mereka memvisualisasikan Amitābha bercahaya terang seperti matahari tepat di atas kepala mereka, mengulang-ulang nama beliau sebagai mantra dan melepaskan jiwa (kesadaran) melalui cakra mahkota.

Wajrayāna Buddhisme

Mahasthamaprapta, Budda Amitabha, Avalokitesvara


Amitābha juga dikenal di Tibet, Mongolia, dan wilayah lain yang mempraktikkan aliran Buddhisme Tibet. Pada kelas yoga tantra tertinggi Wajrayana Tibet, Amitābha disebutkan sebagai salah satu dari Lima Dhyāni Buddha (bersama dengan Akṣobhya, Amoghasiddhi, Ratnasambhava, dan Vairocana). Beliau diasosiasikan dengan arah barat dan skandha dari saṃjñā, kebijaksanaan membedakan dan kesadaran mendalam masing-masing individu. Pasangan beliau adalah Pāṇḍaravāsinī Alamnya disebut Sukhāvatī (Sanskrit) atau Dewachen (Tibetan). Dua muridnya yang utama (sebagaimana Buddha Sakyamuni yang juga memiliki dua murid utama) adalah Bodhisatwa Vajrapani dan Avalokiteshvara, Vajrapani di sisi kiri dan Avalokiteshvara di sisi kanan. Pada Buddhisme Tibet, terdapat sejumlah doa terkenal agar terlahir kembali di Sukhāvatī (Dewachen). Salah satunya adalah yang ditulis oleh 'Je Tsongkhapa atas permintaan on the request of Manjushri.



Selain mantra-mantra di atas, banyak sekolah Buddhis menyebut Amitābha dengan nama Nian Fo (念佛) dalam bahasa China dan Nembutsu dalam bahasa Jepang.



Akar kata dari nama Amitābha dalam Bahasa Sanskerta adalah Amitābha, maskulin, dan bentuk nominatif singularnya adalah Amitābhaḥ. Ini merupakan penyusun kata Sanskrit amita ("tanpa batas, tak terhingga") dan ābhā ("cahaya, kemilau"). Dengan demikian, nama tersebut dapat diinterpretasikan sebagai "ia yang memiliki cahaya tanpa batas, ia yang kemilaunya tak terhingga".





Buddha Amitabha dalam bahasa China diterjemahkan menjadi Āmítuó Fó (阿彌陀佛), dimana Āmítuó menampilkan tiga aksara Amitābha atau Amitāyus, dan Fó adalah bahasa China untuk Buddha (diambil dari suku kata pertama Buddha dalam bahasa Sanskerta). Nama Amitābha disebut sebagai Wúliàngguāng (無量光; "Cahaya Tanpa Batas"), sementara nama Amitāyus sebagai Wúliàngshòu (無量壽; "Usia Tanpa Batas"). Kedua nama yang terakhir itu jarang digunakan.





Beliau juga disebut Amida Nyorai (阿弥陀如来) dalam bahasa Jepang, memiliki arti "Amitābha Sang Tathāgata". Dalam bahasa Tibet, Amitābha disebut 'od.dpag.med dan Amitāyus sebagai tshe.dpag.med.

Ikonografi


Semua Buddha digambarkan memiliki wujud yang sama sehingga orang awam mungkin tidak dapat membedakan mereka. Masing-masing Buddha bisa dibedakan dari sikap mudranya: Amitābha sering digambarkan, saat bersila, menampilkan mudrā meditasi(kedua ujung ibu jari saling bersentuhan dan jari-jari yang lain saling menumpang) atau mudrā pemberkatan. Mudrā menyentuh bumi(tangan kanan menunjuk ke bumi) hanya digunakan untuk Buddha Sakyamuni saja. Amitabha juga ditampilkan membawa setangkai lotus/bunga teratai sambil menampilkan mudra meditasi.

 

Saat berdiri, Amitābha selalu digambarkan dengan tangan kiri mengarah ke bawah dengan ibu jari menyentuh sisi dalam keempat jari, tangan kanan di depan tubuh dengan posisi jari yang sama. Maksud dari mudra ini adalah kebijaksanaan (disimbolkan dengan tangan yang terangkat) dapat diakses bahkan oleh makhluk berderajat paling rendah, sementara tangan yang mengarah ke bawah menunjukkan bahwa cinta kasih Amitabha diarahkan pada makhluk-makhluk rendah yang tidak dapat menolong diri mereka sendiri.

 

Jika tidak ditampilkan sendiri, Amitābha selalu digambarkan dengan dua pendamping: Avalokiteśvara di kanan dan Mahāsthāmaprāpta di kiri.



Buddha Amitabha sering ditampilkan dengan membawa teratai, apabila bersanding dengan Buddha Yoa si fo dan Buddha Sakyamuni (TRI RATNA BUDDHA).

Related Post:
Share this article :

0 komentar:

Posting Komentar



 
Support : Your Link | Your Link | Your Link
Copyright © 2016. 3 DHARMA - All Rights Reserved
Created by Creating Website Modified by Andreas
Proudly powered by Blogger